Travelling Feature

KEELOKAN BOTANI KOTA HUJAN
Siapa yang tak tahu Kebun Botani Kota Hujan? Ya, pasti anda mengetahui Kota Hujan memiliki Kebun Botani yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor resmi dibangun pada tahun 1817 dengan luas mencapai 87 hektar dan memiliki 15.000 jenis pohon dan tumbuhan.
Kebun Raya Bogor memiliki keindahan alam yang masih alami dan kaya akan sumber daya alam sehingga mendorong hati saya untuk berwisata ke tempat tersebut. Saat itu juga saya langsung membuat rencana-rencana dari hal penggunaan transportasi menuju ke tempat tersebut hingga persiapan lainnya.
Cerahnya pagi membuat saya bersemangat untuk memulai perjalanan saya dengan menaiki angkot menuju ke Stasiun Kota Jakarta. Tepat pukul 09:00 WIB saya sampai di Stasiun Bogor dan melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot menuju Kebun Raya Bogor. Kira-kira 15 menit perjalanan, saya sudah sampai di deppan pintu masuk wisata Kebun Raya Bogor. Saat memasuki area Kebun Raya, saya langsung disambut oleh udara yang segar dan keindahan tanaman yang memikat hati. Saya sangat semangat untuk mengelilingi seluruh area di Kebun Raya Bogor. Sambil menghirup udara segar dan menenangkan penatnya hati, saya berjalan menyusuri jalan dengan melihat pohon-pohon yang tinggi menjulang di sepanjang area kebun dan hamparan rerumputan hijau yang mempesona mata. Saya melihat keramaian yang memadati jalan-jalan yang melintas di tempat wisata dan menemui banyak wisatawan duduk-duduk dipinggir danau buatan atau diatas rerumputan hijau. Kata Pak Ridwan yang merupakan salah satu petugas pusat informasi  dari wisatawan lokal maupun wisatawan asing “Tempat wisata telah dibuka jam 6 pagi dan pada hari sabtu dan minggu ramai, kisaran 1000 pengunjung dari wisatawan asing maupun lokal.”. Tak terasa hari semakin siang, teriknya matahari tidak membuat pupus semangat saya untuk tetap melanjutkan perjalanan di Kebun Raya Bogor. 


Ketika saya sedang berjalan, saya melihat pedagang es krim sangat ramai dikunjungi dan saya tertarik untuk membelinya. Kata Pak Tabroni, pedagang eskrim “ saya berjualan hanya hari Sabtu dan Minggu karena paling banyak pembeli. Pembeli kebanyakan dari wisatawan lokal. Selama 4 tahun berjualan, omset saya berasal dari koperasi jadi hasil penjualan saya di setor ke koperasi dan saya melakukan persentasi setelah itu saya mendapakan upah.”  



Setelah itu saya kembali melanjutkan perjalanan di tempat wisata tersebut. Saya pun tertarik untuk menghampiri salah satu toko di area wisata yang bernama Garden Shop. Saya terpukau dengan tanaman-tanaman hias yang di jual di tempat tersebut. Kata Pak Rizal, pengelola Garden Shop “ Tanaman- tanaman langka dan hias dikelola dari kebun Raya bogor dan adanya kerja sama serta membeikan peluang kepada pihak luar. Ada sistem bagi hasil antara suplier dalam kerja sama tersebut. Kisaran 80% wisatawan lokal dan 20% wisatawan asing yang membeli tanaman. Keunggulan dari lokal sampai penghasilan mencapai 80%, yaitu kultur jaringan dan anggrek.”



keluar dari tempat Garden Shop saya kembali mengelilingi area Kebun Raya. Melihat pengunjung yang ternyata adalah sepasang kekasih, akhirnya saya meranjak kesana untuk bertanya-tanya. Mereka pun sangat berantusias untuk menanggapinya. “saya telah melakukan kunjungan ke Kebun Raya Bogor sebelumnya bersama keluarga dan teman-teman. Saya menyukai tempat ini karena tempatnya nyaman buat nongkrong enak, jarak dekat dengan rumah dan di kota panas disini sejuk. Ungkap Kak Atiya dan Kak Berlin. “gak bosen-bosen sih ke sini, tempatnya enak dan asik buat santai. Ada beberapa kekurangan dari Kebun Raya Bogor dari hal kebersihan sih agak kurang karena masih banyak kotor dan sampah-sampah yang masih  belum disapu. Harga juga tidak terjangkau harusnya murah dan sebaiknya ada penambahan wahana sehingga pengunjung gak bosen” Tambah kak Berlin dan Kak Atiya.



Tiba-tiba saya melihat petugas kebersihan Kebun Raya sedang membersihkan tempat wisata, saya terdorong untuk berbincang-bincang dengan salah satu petugas tersebut yang bernama Mulyadi. “Saya telah bekerja selama 2 tahun. Jadwal kerja saya pada hari Senin sampai Jumat jam kerja biasa sedangkan hari Sabtu dan Minggu saya lembur. Kurangnya kesadaran pengunjung akan kebersihan Kebun Raya Bogor seperti telah disediakan tempat sampah disekitar area tetapi pengunjung tidak membuang sampah pada tempatnya.” ungkap Pak Mulyadi.



Karena tempatnya yang luas, maka pengunjung diberi pelayanan mobil wisata yang digunakan untuk berkeliling area Kebun Raya Bogor tanpa harus merasa kelelahan berjalan kaki. Tepat sekali setelah saya berbincang-bincang dengan petugas kebersihan, ada mobil wisata sedang melewati area dekat saya berdiri. Segera saya menghampiri petugas mobil wisata yang bernama Yadi. “Jam operasional mobil wisata dibuka setiap hari sekitar jam 08:00-16:00 yang dilakukan 15 kali keliling. Terdapat mobil wisata kapasitas besar bisa menampung sekitar 24 orang sedangkan kapasitas kecil hanya bisa menampung sekitar 9 sampai 10 orang. Ada juga guide bagi para wisatawan yang ada di dalam mobil wisata. Kebanyakan yang menaiki mobil wisata adalah dari wisatawan lokal sedangkan wisatawan asing sewa perjam. Saya juga bisa berinteraksi bersama pengunjung dan bisa mengetahui pengetahuan pengnjung mengenai tanaman-tanaman.” Ungkap Pak Yadi.



Hari menjelang sore saatnya bagi saya untuk pulang ke kota Jakarta. Lalu saya beranjak mencari angkot untuk ke stasiun Bogor. Suatu pengalaman yang saya dapat di Kota Bogor ini tidak akan pernah saya lupakan, dan saya pasti akan kembali untuk berkunjung ke Kebun Raya Bogor karena tempat ini memiliki keindahan alam yang masih alami dan kaya akan Sumber Daya Alam yaitu flora sehingga memikat hati para wisatawan yang berkunjung. Flora yang ada di Kebun Raya Bogor di antaranya adalah tanaman-tanaman yang asli berasal dari peninggalan Jepang, Belanda, dan Jerman. Selain itu, Kebun Raya Bogor cocok juga sebagai hiburan bersama keluarga dan pasangan.

Komentar

  1. 👍👍 good job nad, hasil kerja keras bergadang !!

    BalasHapus
  2. Hasil begadangnya bagus nadd wkwkw ayo ke sanaa~

    BalasHapus
  3. Gaya penulisan sudah cukup naratif, namun jadi agak susah membedakan antara tulisan ini sebagai feature atau novel.. Tapi penggambaran secara detail mampu membuat pembaca dapat merasakan pengalaman yang dituang dalam tulisan ini, good job!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEDIA ONLINE 7

MEDIA ONLINE 4